Festival DE' BELANTU Digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Bantan, Membalong

 

LensaBelitong.com, Belitung – Festival De’Belantu yang digelar di Lapangan Sepakbola Desa Bantan, Kecamatan Membalong, sejak Rabu 28 Januari 2026, menjadi magnet baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal.

Selama lima hari lima malam pelaksanaan, festival ini dikunjungi warga dari berbagai desa di Kecamatan Membalong hingga wilayah sekitarnya.

Berbagai produk seperti hasil laut dengan kemasan khas dari Desa Padang Kandis, produk UMKM Gunung Riting dan Desa Bantan mendapat sambutan positif dari pengunjung.

Sejumlah pelaku usaha mengaku omzet penjualan meningkat sejak festival berlangsung, seiring ramainya kunjungan masyarakat ke lokasi acara.


Tak hanya menjadi ajang ekonomi, Festival De’ Belantu juga menjadi ruang temu masyarakat sekaligus sarana hiburan yang selama ini jarang hadir di Kecamatan Membalong.

Beragam hiburan rakyat, pertunjukan musik, hingga pementasan seni tradisional membuat suasana desa semakin hidup, terutama pada malam hari.

Sejumlah kesenian tradisional seperti beripat beregong, berebut lawang, campak darat hingga lesung panjang kembali ditampilkan dan mendapat perhatian besar dari pengunjung.

Pementasan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.

Kordinator  Festival De’ Belantu, Wahyu Afandi mengatakan, festival ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat desa khususnya, kecamatan Membalong.


Menurutnya, Membalong selama ini relatif jarang menjadi lokasi kegiatan berskala besar.
“Festival ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesenian lokal yang hampir punah, sekaligus memberi ruang bagi UMKM desa untuk berkembang,” pungkasnya.

Rangkaian acara juga diisi dengan pertunjukan musik dari sejumlah band lokal dan artis daerah, seperti Marcel, Gradasi Band, hingga Etis Music.

Puncak kegiatan diakhiri dengan jalan santai massal yang diikuti 2.000 lebih peserta dan disebut sebagai jumlah peserta terbanyak yang pernah tercatat di Belitung.

Harapan Wahyu Festival De’ Belantu dapat dijadikan agenda tahunan, melihat besarnya antusiasme masyarakat dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM serta warga desa.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan penggerak ekonomi desa,” katanya.


Sementara itu Buati Belitung, H Djoni Aamsyah Hidayat dalam sambutan pembukaan Festival De’ Belantu pada Rabu, 28 Januari 2026 juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus tumbuh dan berkembang dari desa.

Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai penyangga utama, khususnya dalam sektor pangan dan perekonomian masyarakat.

“Kita ingin masyarakat desa memiliki kepercayaan diri, semangat, dan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi juga bisa lahir dari desa, bukan hanya dari kota,” ujar Djoni.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 20 persen, dengan kontribusi signifikan berasal dari desa-desa.

Melalui kegiatan seperti Festival De’ Belantu, diharapkan wisatawan tidak hanya berkunjung ke destinasi utama, tetapi juga masuk ke desa sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ketika wisata masuk ke desa, UMKM akan bergerak, ada konsumen, dan roda ekonomi masyarakat ikut berputar,” katanya.


Meski mengakui keterbatasan anggaran yang dihadapi desa-desa, Djoni menekankan pentingnya menjaga kreativitas dan inovasi.

Ia menyebut kehilangan semangat dan daya cipta jauh lebih berbahaya dibanding keterbatasan dana.

“Kehilangan anggaran bukan yang paling berat. Yang paling berat adalah jika kita kehilangan kreativitas dan semangat. Itu yang tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Festival De’ Belantu sendiri menjadi wadah hiburan sekaligus promosi potensi lokal Desa Bantan Kecamatan Membalong.  Berbagai kesenian tradisional yang hampir punah seperti beripat beregong, berebut lawing, campak darat, lesung batang, hingga campak selendang mayang kembali ditampilkan dalam festival ini. Acara pembukaan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Belitung.(Ts67)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.