Forum Koordinasi APKASINDO Belitung bersama PT BAT, Hamzah :  Sinergi Petani dan Perusahaan Harus Jadi Kunci Stabilitas Harga Sawit

LensaBelitong.comTanjungpandan – Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  mendorong penguatan sinergi antara perusahaan dan petani sawit dalam menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS).
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Hamzah, dalam forum koordinasi dan evaluasi kemitraan antara PT Bina Agro Tani (PT BAT) dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Kabupaten Belitung.

Kegiatan tersebut bertempat di ruang pertemuan kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  Kabupaten Belitung, Rabu (15/4/2026).

Menurut Hamzah, kemitraan antara PT BAT dan APKASINDO Belitung sejatinya telah terbangun sejak awal tahun 2018, tepatnya pada bulan Ramadan, jauh sebelum masa pandemi Covid-19.

Dimana kesepakatan tersebut menjadi fondasi penting dalam hubungan antara perusahaan dan petani sawit rakyat di daerah ini.

“Kehadiran PT BAT sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Saat ini, harga yang ditawarkan relatif baik jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan perusahaan tersebut telah memberikan dampak positif bagi petani sawit rakyat.

Meski demikian, dinamika di lapangan tetap terjadi dan menjadi bagian yang tidak bisa dihindari dalam hubungan kemitraan.

“Alhamdulillah, petani sawit rakyat cukup terbantu. Namun kita juga tidak bisa menutup mata bahwa di lapangan pasti ada dinamika yang muncul,” katanya.

Dalam forum tersebut, Hamzah menegaskan bahwa pertemuan bukan untuk mencari pihak yang menang atau kalah, melainkan sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi.

“Forum ini bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang kita dorong adalah bagaimana semua pihak bisa bersinergi, bekerja sama, dan menjaga harga sawit di tingkat petani tetap stabil,” tuturnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, hadir sebagai fasilitator agar tercipta kolaborasi yang efektif antara perusahaan dan petani.

“Kami dari pemerintah tentu ingin memastikan ada keseimbangan. Petani terlindungi, perusahaan juga tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Hamzah membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang hadir.

“Silakan berdiskusi secara terbuka. Mudah-mudahan dari forum ini kita mendapatkan solusi terbaik yang bisa menguntungkan semua pihak,” tutupnya.
(Ts67).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.