Hari Mangrove Sedunia 2026, Belitung Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
Mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah bersama para pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem mangrove.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Belitung Syamsir, S.I.Kom, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung H. Marzuki, S.IP, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Vina Cristyn Ferani, SE, SH, Kapolres Belitung yang diwakili Kapolsek Sijuk Iptu Wahyu Nugroho Saputro, S.Tr.K, Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Yassa, S.P., M.IL, Kepala UPTD KPHL Belantu Mendanau Dedy Ilhamsyah, S.I.Kom, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Camat Sijuk, Kepala Desa Sungai Padang, unsur TNI-Polri, mahasiswa KKN-PPM UGM, serta berbagai unsur stakeholder lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan, penanaman mangrove, foto bersama, dan diakhiri dengan ramah tamah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Hari Sandi, S.Pd, yang mewakili Kepala DLH, mengatakan bahwa Hari Mangrove Sedunia merupakan momentum penting untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
"Penanaman mangrove bukan hanya untuk merehabilitasi kawasan pantai, tetapi juga sebagai upaya mitigasi abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan berharap semangat kolaborasi terus terjaga dalam mendukung program pelestarian lingkungan di Kabupaten Belitung.
Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Syamsir menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Belitung yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda kedinasan.
Dalam sambutannya, Syamsir menegaskan bahwa mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, mencegah intrusi air laut, menjadi habitat berbagai jenis biota, serta berkontribusi besar dalam menyerap karbon untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
"Penanaman mangrove jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama merawat dan mengawasi agar pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang," katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani, SE., SH., menegaskan bahwa pelestarian hutan mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Belitung. Hal itu disampaikannya usai mengikuti kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia (HMS) 2026 di kawasan Pantai Batu Bedil, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Minggu (26/7/2026).
Menurut Vina, keberadaan mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain mampu menahan abrasi dan mencegah intrusi air laut, hutan mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan nelayan serta masyarakat pesisir.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni memperingati Hari Mangrove Sedunia, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita di masa depan," ujarnya.
Vina juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga bibit mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan pelestarian mangrove tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga generasi muda.
"DPRD Kabupaten Belitung akan terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk upaya rehabilitasi kawasan pesisir. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh stakeholder harus terus diperkuat agar kelestarian alam Belitung tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, serta mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan di Kabupaten Belitung.
Sebagai daerah yang dikenal dengan keindahan alam dan potensi wisata baharinya, Belitung dinilai perlu terus menjaga ekosistem mangrove sebagai salah satu aset penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, sektor perikanan, serta pariwisata yang berkelanjutan.ujarnya.(
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata ditanam di kawasan bibir Pantai Batu Bedil, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi dan rehabilitasi kawasan pesisir yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung bersama seluruh stakeholder.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Belitung berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap keberadaan hutan mangrove. Selain berfungsi menahan abrasi dan erosi pantai, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, serta mendukung pembangunan berkelanjutan demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Kegiatan penanaman mangrove berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung dengan tertib, lancar, serta aman.(Ts67)
Tidak ada komentar