Pertemuan Unsur Maritim, Diskusi Terkait Rambu Navigasi Masuk Pelabuhan Tanjungpandan
Pertemuan yang berlangsung di Kantor PELINDO Tanjungpandan ini dihadiri oleh KSOP, TNI AL, Pelindo Belitung, Polairud Babel,Kepala Loka Monitor ProVinsi, PPN Tanjungpandan, Dinas Perikanan Kab. Belitung, Forum Nelayan Baro, Syahbandar, Satpol Air Polres Belitung, GPJS, DPC INSA Belitung, serta perwakilan nelayan dan masyarakat maritim.
Dalam diskusi tersebut dibahas kondisi eksisting rambu suar dan pelampung buoy di alur masuk pelabuhan yang dinilai sudah tidak optimal.
Kepala KSOP Tanjungpandan Bambang Candra S.E., M.M, menyampaikan bahwa alur masuk pelabuhan merupakan urat nadi ekonomi daerah. Oleh karena itu, fungsi rambu navigasi harus dipastikan berjalan baik 24 jam.
"Tanpa rambu yang jelas, risiko kecelakaan kapal, baik kapal barang, kapal wisata, maupun kapal nelayan akan meningkat. Ini harus jadi prioritas kita bersama," ujarnya.
Ketua Forum Nelayan Baro, Erwin, dalam kesempatan itu juga menyampaikan keluhan dari nelayan. Minimnya penerangan rambu di malam hari dan kabut sering membuat kapal terutama kapal nelayan kesulitan masuk ke alur.
"Kami mengusulkan agar rambu dilengkapi lampu dan dilakukan pengecekan rutin. Nelayan juga siap membantu menjaga dan melaporkan jika ada rambu yang rusak atau hilang," kata Erwin.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko S.ST.Pi, menyampaikan
"Dalam waktu dekat kami akan menyurati para Kades, khususnya desa-desa pesisir. Isinya himbauan agar bersama masyarakat menjaga rambu-rambu laut yang ada di wilayahnya. Jangan sampai hilang lagi," tegas Kepala Dinas Perikanan.
Menurutnya, rambu navigasi sangat vital untuk keselamatan pelayaran nelayan dan kapal wisata. Jika rambu hilang atau rusak, risiko kecelakaan di laut akan meningkat, terutama saat malam hari dan cuaca buruk.
Ia juga meminta peran aktif pemerintah desa untuk melakukan sosialisasi kepada nelayan dan masyarakat.
"Kades dan perangkat desa adalah ujung tombak. Kami minta dibantu mengawasi, mengedukasi warga, dan segera melapor jika ada rambu yang rusak atau dicurigai akan diambil," lanjutnya.
Hasil dari pertemuan ini disepakati beberapa poin penting:
- Pendataan ulang seluruh titik rambu navigasi di alur masuk Pelabuhan Tanjungpandan
- Perbaikan dan pemasangan ulang rambu yang rusak atau hilang dalam waktu dekat Ini.
- Sosialisasi kepada pengguna laut agar tidak merusak dan menjaga fasilitas navigasi
Dengan adanya sinergi antar unsur ini, diharapkan alur pelayaran menuju Pelabuhan Tanjungpandan menjadi lebih aman dan mendukung kelancaran arus barang serta pariwisata bahari di Belitung.(Ts67)

Tidak ada komentar