Future Ready Belitung 2026 Diluncurkan, LPK Pasti Bisa Siapkan Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja
BELITUNG, LensaBelitong.com – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan generasi muda Belitung memasuki dunia kerja terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Hal tersebut diwujudkan melalui peluncuran Community Event “Future Ready Belitung 2026”, yang digagas LPK Pasti Bisa bersama pemerintah daerah, dunia industri, sektor swasta dan sejumlah stakeholder.
Ketua Panitia Setyo Warsono mengatakan, program tersebut dirancang khusus untuk membantu generasi muda mempersiapkan masa depan sekaligus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kegiatan hari ini adalah Community Event Future Ready Belitung 2026. Ini merupakan kolaborasi antara LPK Pasti Bisa dengan pemerintah daerah dan industri sektor swasta,” ujar Setyo.
Menurutnya, program tersebut secara khusus menyasar pemuda berusia di atas 18 tahun. Peserta akan mendapatkan pembekalan, terutama dalam peningkatan kemampuan soft skill.
Materi yang diberikan meliputi komunikasi, problem solving, pengelolaan emosi, hingga kemampuan menghadapi berbagai persoalan di lingkungan kerja.
“Kami ingin ketika mereka bekerja di tempat kerja, mereka siap. Ketika ada persoalan, mereka bisa mengatasinya dengan mudah,” jelasnya.
Pelatihan Tidak Berhenti pada Sertifikat
Setyo menegaskan, program Pasti Bisa memiliki konsep berbeda karena pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata perusahaan atau employer.
LPK Pasti Bisa terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan untuk mengetahui tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan.
Setelah kebutuhan tersebut diketahui, barulah kurikulum pelatihan disusun.
“Ketika sudah ada kepastian dari employer, baru kami mendesain kebutuhan employer seperti apa, dan itu dituangkan di dalam kurikulum,” katanya.
Dengan pola tersebut, peserta diharapkan memperoleh kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Tidak hanya memberikan pelatihan, LPK Pasti Bisa juga menyiapkan tindak lanjut bagi peserta yang dinyatakan lulus.
“Nilai tambah LPK Pasti Bisa adalah tidak berhenti pada pelatihan. Pascapelatihan, mereka yang lulus dipastikan bisa magang dan melanjutkan kontrak dengan para employer,” ungkap Setyo.
Belitung Jadi Fokus
Belitung menjadi salah satu fokus program karena LPK Pasti Bisa memiliki visi yang sejalan dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM lokal.
Setyo menyebut, posisi Belitung sebagai destinasi pariwisata nasional membuat kebutuhan terhadap SDM yang berkualitas semakin penting.
“Belitung menjadi fokus karena kami bercita-cita sama dengan pemerintah daerah dalam konteks peningkatan SDM yang ada di Belitung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program ini merupakan langkah awal LPK Pasti Bisa di Belitung.
Untuk tahun ini, program tersebut baru pertama kali dilaksanakan dan kegiatan yang berlangsung merupakan tahap peluncuran.
Sementara proses pelatihan perdana dijadwalkan mulai 7 September 2026.
Target 15 Peserta, Kebutuhan Employer Capai 50 Orang
Pada tahap awal, LPK Pasti Bisa menargetkan 15 peserta untuk mengikuti pelatihan.
Namun, kebutuhan tenaga kerja dari pihak employer disebut mencapai sekitar 50 orang. Karena itu, peserta akan dibagi dalam beberapa tahap.
“Setiap pelatihan itu tiga bulan,” terang Setyo.
Sedangkan untuk kegiatan community event peluncuran, panitia menargetkan kehadiran sekitar 150 hingga 200 peserta.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari KNPI, Karang Taruna, komunitas pemuda berbasis agama, siswa kelas 3 SMK, hingga siswa kelas 3 SMA negeri dan swasta.
Panitia juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
BRI, Sheraton hingga BPBD Jadi Narasumber
Sejumlah pihak turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sheraton, serta BPBD.
Kegiatan juga diisi dengan sesi talk show dan simulation interview yang melibatkan pihak employer.
Sementara dari unsur pemerintah daerah, Bupati Belitung sebelumnya telah menerima audiensi dari pihak penyelenggara. Dalam agenda peluncuran, Bupati direncanakan diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Vina Cristyn Ferani S.E.S.H.memberikan apresiasi atas hadirnya LPK Pasti Bisa di Kabupaten Belitung. Menurutnya, keputusan LPK yang berbasis di Bandung memilih Belitung sebagai lokasi pengembangan program merupakan sebuah kebanggaan sekaligus penghargaan bagi daerah.
“LPK Pasti Bisa yang dari Bandung memilih Belitung untuk dijadikan tempat membuka LPK, ini satu hal yang luar biasa dan menjadi kebanggaan serta penghargaan bagi kami,” ujar Vina.
Ia mengatakan, Belitung memiliki jumlah angkatan kerja yang cukup besar, terutama dari kalangan lulusan SMA dan sederajat. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Vina yang juga memiliki pengalaman berinteraksi dengan dunia usaha mengungkapkan, salah satu persoalan yang sering ditemui saat proses penerimaan tenaga kerja adalah ketidaksesuaian keterampilan calon pekerja dengan kebutuhan perusahaan.
“Banyak yang memiliki niat kerja tinggi, tetapi skill-nya belum mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Karena itu, Vina menyambut baik kehadiran LPK Pasti Bisa dan mendukung pelaksanaan Future Ready Belitung 2026 sebagai wadah yang mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan angkatan kerja di Belitung.
“LPK Pasti Bisa mewadahi apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan apa yang dibutuhkan oleh angkatan kerja yang ada di Belitung,” ujarnya.
Kebutuhan SDM Tak Hanya Sektor Hospitality
Vina menilai kebutuhan tenaga kerja di Belitung tidak hanya terbatas pada sektor hospitality. Menurutnya, sektor manajemen dan bidang lainnya juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi.
Terlebih saat ini pemerintah daerah tengah mendorong kemajuan sektor pariwisata di Belitung, sehingga kebutuhan terhadap SDM yang berkualitas semakin besar.
Ia menilai kebutuhan tersebut telah dilihat oleh pihak LPK Pasti Bisa sebagai peluang untuk berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Vina juga mengajak masyarakat Belitung untuk tidak ragu mengikuti program yang ditawarkan LPK Pasti Bisa.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di Belitung, jangan ragu,” katanya.
Ia mengaku setelah berdiskusi dengan Ketua Panitia Setyo Warsono dan Dwi dari LPK Pasti Bisa, dirinya telah mendapatkan gambaran mengenai arah pengembangan program, termasuk konsep kurikulum yang akan diberikan kepada peserta.
Manfaatkan Teknologi VR untuk Pembelajaran Bahasa Inggris
Salah satu hal yang mendapat perhatian Vina adalah metode pembelajaran bahasa Inggris yang menggabungkan teknologi Virtual Reality (VR).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut menjadi nilai tambah karena peserta dapat berlatih berkomunikasi seolah-olah berhadapan langsung dengan native speaker.
“Saya dengar untuk belajar bahasa Inggris sudah dipadukan dengan teknologi VR, sehingga peserta bisa berkomunikasi dengan native speaker dengan didukung oleh teknologi,” ungkapnya.
Vina berharap keberadaan LPK Pasti Bisa dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja di Belitung, sehingga para lulusan tidak hanya memiliki kemauan untuk bekerja, tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri.
Program Future Ready Belitung 2026 diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempertemukan potensi generasi muda dengan kebutuhan dunia industri, sehingga pelatihan yang diberikan tidak hanya menghasilkan peserta yang terampil, tetapi juga siap masuk dan bertahan di dunia kerja.(Ts67)
Tidak ada komentar