SINTAK BARO CUP: Berawal dari Mancing Kerisi, Kini Hadir dengan Sensasi Lomba Malam Hari
BELITUNG, LENSA BELITONG — Lomba mancing SINTAK BARO CUP kembali digelar dengan konsep yang berbeda. Kegiatan yang awalnya sederhana dari mancing kerisi bersama para nelayan Forum Nelayan Baro (FNB), kini berkembang menjadi perlombaan yang terbuka untuk masyarakat umum.
SINTAK BARO CUP tercatat telah dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2024 dan 2026. Pada pelaksanaan sebelumnya, perlombaan digelar pada siang hari. Namun, tahun ini panitia menghadirkan konsep berbeda dengan melaksanakan lomba pada malam hari.
Perjalanan SINTAK BARO CUP berawal dari kegiatan mancing kerisi yang dilakukan oleh para anggota FNB. Dari kebersamaan tersebut kemudian muncul gagasan untuk membuat sebuah perlombaan mancing yang dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus hiburan bagi para nelayan.
Dua sosok yang sejak awal ikut terlibat dalam perjalanan SINTAK BARO CUP adalah Agus Sopyan dan Renold. Keduanya sejak pelaksanaan pertama telah menjadi bagian dari kepanitiaan dan ikut mendorong kegiatan tersebut agar terus berkembang.
Agus Sopyan mengatakan, pada awalnya peserta SINTAK BARO CUP masih terbatas dari lingkungan Forum Nelayan Baro.
“Dari pertama SINTAK BARO CUP ini dimulai, kami sudah ikut menjadi panitia. Awalnya kita hanya mancing kerisi bersama teman-teman FNB. Dulu yang ikut juga masih dari FNB saja. Sekarang kegiatan ini sudah berkembang dan dibuka untuk umum,” ujar Agus Sopyan.
Sementara itu, Renold mengungkapkan bahwa perkembangan SINTAK BARO CUP menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka yang sejak awal terlibat.
“Kami dari awal sudah ikut menjadi panitia. Berawal dari mancing kerisi, kemudian berkembang menjadi SINTAK BARO CUP. Dulu hanya Forum Nelayan Baro yang ikut, sekarang sudah terbuka untuk umum. Harapan kami kegiatan ini semakin besar dan terus berlanjut,” ungkap Renold.
Ketua Forum Nelayan Baro (FNB), Ewin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan para nelayan.
“Awalnya memang dari mancing kerisi. Dari kegiatan sederhana bersama teman-teman FNB, kemudian muncul ide untuk membuat SINTAK BARO CUP. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang dan dibuka untuk umum. Ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dibangun dari kebersamaan bisa berkembang menjadi kegiatan yang lebih besar,” ujar Ewin.
Menurut Ewin, perubahan waktu pelaksanaan menjadi malam hari juga memberikan tantangan dan pengalaman baru bagi para peserta.
“Tahun ini kita mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu lomba mancing malam hari. Mudah-mudahan konsep ini memberikan suasana baru bagi peserta dan semakin menambah semangat untuk mengikuti SINTAK BARO CUP,” tambahnya.
Dengan konsep malam hari dan peserta yang kini terbuka untuk umum, SINTAK BARO CUP 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang memperebutkan juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara nelayan, komunitas pemancing, dan masyarakat Belitung.(Ts67)
Tidak ada komentar