Lapas Tanjungpandan dan BNNK Belitung Edukasi 56 Pelajar tentang Bahaya Narkoba
BELITUNG, LENSA BELITONG — Sebanyak 56 siswa-siswi SMP Negeri 6 Tanjungpandan mengikuti kegiatan edukasi bahaya narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Mengusung tema “Membangun Generasi Berkarakter, Berintegritas, dan Bebas Narkoba Melalui Edukasi Pemasyarakatan”, kegiatan tersebut juga mengenalkan lingkungan pemasyarakatan kepada para pelajar serta mendorong mereka memahami pentingnya menaati hukum.
Kasubbag Tata Usaha Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Fajrin Hidayatusalikin, S.H., yang mewakili Kepala Lapas, menegaskan bahwa edukasi merupakan langkah penting untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dibekali pengetahuan, karakter, dan integritas. Melalui edukasi ini, kami berharap para pelajar mampu mengambil keputusan yang tepat, menjaga diri dari pengaruh negatif, serta tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Fajrin.
Sementara itu, Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja) Lapas Tanjungpandan, Alkok Marya, menekankan pentingnya pergaulan yang sehat dan keberanian menolak ajakan yang dapat merugikan masa depan.
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Para pelajar perlu berani mengatakan tidak terhadap ajakan menggunakan narkoba serta memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Karakter yang kuat akan membantu mereka menentukan arah masa depan,” ungkap Alkok.
Dari BNNK Belitung, Hariyansyah, S.T., mengajak para siswa memahami risiko penyalahgunaan narkotika dan menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Edukasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Pelajar harus mampu mengenali risiko di lingkungan sekitar dan memiliki keberanian untuk menolak narkoba. Kami berharap pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman-teman sebaya,” kata Hariyansyah.
Pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Yeni Faridah, S.Pd.I., M.M.Pd., berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi pengetahuan di kalangan pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan menumbuhkan rasa empati. Pengetahuan yang diperoleh hari ini juga diharapkan dapat disampaikan kembali kepada teman-teman yang belum berkesempatan hadir,” ujar Yeni.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Salah seorang siswa bernama Zahira mengajukan pertanyaan mengenai dampak jangka panjang penggunaan narkoba terhadap kesehatan dan kehidupan seseorang. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk memperdalam pemahaman mengenai risiko narkotika.
Kegiatan tersebut memperkuat sinergi Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, BNNK Belitung, dan SMP Negeri 6 Tanjungpandan dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Pencegahan narkoba tidak cukup hanya melalui sosialisasi sesaat. Diperlukan komitmen berkelanjutan dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan generasi muda memperoleh edukasi serta lingkungan pergaulan yang sehat.
Menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba bukan sekadar tugas satu lembaga, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga masa depan bangsa.
(Rls/Tas67)
Tidak ada komentar