Pelampung Laut Depan Pulau Kalamoa Hilang Dihanyutkan Ombak, Nelayan Diminta Waspada

ilustrasi : Buoy (Pelampung Navigasi Laut)

LensaBelitong, Tanjungpandan – Sarana bantu navigasi pelayaran kembali hilang. 1 unit pelampung laut atau buoy di perairan depan Pulau Kalamoa dilaporkan  hilang/hanyut  sejak  Minggu 28 Juni 2026. 

Kondisi ini mengancam keselamatan kapal nelayan dan kapal barang yang melintas di alur tersebut.

Informasi hilangnya buoy disampaikan Forum Nelayan Baro (FNB) Bima setelah pulang melaut  kandas di tempat tersebut.  Buoy yang hilang diketahui berfungsi sebagai penanda perairan dangkal di sisi barat Pulau Kalamoa.

Ketua Forum Nelayan Baro, Erwin, mengatakan hilangnya pelampung sudah dikonfirmasi ke nelayan. 
“Titik itu banyak batu bekas kapal karam tempo hari. Kalau malam atau kabut, kapal sangat bergantung sama pelampung buoy itu. Sekarang hilang atau hanyut. Bahaya kalau kapal asing masuk,” ujarnya, Minggu, 28 Juni 2026.
Diduga kuat, buoy putus karena dihantam ombak besar dan arus kuat akibat cuaca buruk 3 hari terakhir. Rantai jangkar buoy yang tergerus air laut menjadi penyebab utama.


Kantor KSOP Kelas IV Tanjungpandan

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Chandra, SE.,M.M  , membenarkan laporan tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait. 
"Kami imbau seluruh nahkoda, terutama kapal yang tidak hafal perairan Kalamoa, untuk menjauhi titik koordinat dan mengurangi kecepatan. Jangan ambil jalur pintas,” tegas Kepala KSOP.
"Begitu menerima informasi adanya pelampung penanda jalur yang bergeser atau hilang, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Navigasi sebagai instansi yang berwenang penuh terhadap Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Ini menyangkut keselamatan nyawa dan aset di laut, jadi tidak boleh ada penundaan," ujar Bambang. 
KSOP kelas IV Tanjungpandan Sinergi untuk Antisipasi Bahaya Pelayaran. Walaupun itu tidak termasuk sistem navigasi pelayaran kapal Besar.

Nelayan dan masyarakat yang menemukan pelampung hanyut diminta segera melapor ke KSOP Tanjungpan atau di Pos AL terdekat.(Ts67).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.