Di Balik Tembok Lapas, Cahaya Maulid Nabi Satukan Pegawai dan Warga Binaan
BELITUNG, LENSA BELITONG — Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan, suasana penuh kekhidmatan terasa saat pegawai, peserta magang, dan warga binaan bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan. Peringatan Maulid Nabi diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta artinya.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Muhammad Rolan, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteladanan tersebut sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan tugas dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Muhammad Rolan.
Usai sambutan Kalapas, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Hendra Zairina.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hendra mengajak seluruh peserta untuk memahami kembali perjalanan kehidupan Rasulullah SAW serta menerapkan nilai-nilai kebaikan, kesabaran, keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.
“Maulid Nabi bukan hanya tentang memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk bercermin dan memperbaiki diri. Keteladanan Rasulullah harus diwujudkan melalui sikap dan perbuatan, baik dalam hubungan kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia,” tutur Ustadz Hendra Zairina.
Suasana semakin terasa hangat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara bersama-sama. Momentum tersebut juga memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta magang yang ikut menyaksikan langsung pembinaan keagamaan di dalam Lapas.
Salah satu peserta magang, Alya, mengaku mendapatkan pengalaman dan pandangan baru setelah mengikuti kegiatan Maulid Nabi bersama warga binaan.
“Awalnya saya tidak mengetahui bahwa di dalam Lapas juga dilaksanakan kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi secara bersama-sama. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya melihat bahwa warga binaan juga diberikan ruang untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan mendapatkan pembinaan rohani. Bagi saya, ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama menjalani kegiatan magang,” ungkap Alya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh peserta memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan, keselamatan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan serta melaksanakan tugas.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan rohani bagi warga binaan, sekaligus mempererat kebersamaan antara pegawai, peserta magang dan warga binaan.
Di balik tembok tinggi Lapas, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap warga binaan untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Tuhan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.(Rls/Red)
Tidak ada komentar