Kesbangpol Belitung Siapkan Karnaval Bhinneka Tunggal Ika, Tampilkan Keragaman Suku dan Budaya
Kegiatan tersebut direncanakan tidak menggunakan istilah “pawai pembangunan”, melainkan diarahkan menjadi Karnaval Bhinneka Tunggal Ika yang mengangkat tema kerukunan, keberagaman suku, seni dan budaya masyarakat Kabupaten Belitung.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Belitung, Robert Harison, menjelaskan konsep tersebut masih dalam tahap pematangan. Namun, pihaknya menginginkan pawai nantinya menjadi ruang bagi berbagai kelompok masyarakat untuk menampilkan keberagaman yang ada di Kabupaten Belitung.
“Pawai yang akan kita selenggarakan kemungkinan dalam bentuk Karnaval Bhinneka Tunggal Ika. Yang kita tampilkan utama itu adalah kerukunan dan parade yang diisi oleh suku-suku besar yang ada di Kabupaten Belitung,” ujar Robert.
Menurutnya, keberagaman tersebut nantinya dapat ditampilkan melalui berbagai bentuk seni dan budaya, mulai dari pakaian, makanan khas hingga kesenian dari masing-masing kelompok masyarakat.
Robert menyebutkan, terdapat sekitar 16 kelompok suku besar berdasarkan jumlah masyarakat yang ada di Kabupaten Belitung. Di antaranya masyarakat Batak, Minang, Jawa dan masyarakat Belitung sendiri.
“Yang nanti ditampilkan itu kemungkinan, kalau mereka sudah siap, adalah bentuk parade seni budaya, baik makanan, pakaian maupun kesenian lainnya,” katanya.
Selain kelompok suku, kegiatan tersebut juga akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti forum kerukunan umat beragama, organisasi kemasyarakatan dan pelajar.
Robert mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat lebih tematik karena pawai bukan semata-mata menampilkan pembangunan fisik, melainkan dapat menjadi bentuk selebrasi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan.
“Jadi lebih tematik. Selama ini identiknya ketika ada 17-an, ada pawai. Padahal pawai itu merupakan bentuk selebrasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sementara direncanakan pada Oktober 2026, sekitar minggu ketiga atau keempat. Namun, waktu pelaksanaan masih akan dimatangkan bersama berbagai pihak.
Pemilihan Oktober juga memiliki pertimbangan tersendiri karena bulan tersebut dinilai memiliki momentum yang berkaitan dengan semangat kebangkitan nasional dan persatuan.
“Kesbangpol juga harus mendengarkan aspirasi daripada masyarakat yang diwakili oleh elemen-elemen masyarakat, terhadap kesiapan penyelenggara dan partisipan,” kata Robert.
Melalui Karnaval Bhinneka Tunggal Ika tersebut, Kesbangpol Belitung berharap pawai dapat menjadi wadah untuk memperlihatkan keberagaman sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Belitung.(Ts67)
Tidak ada komentar