JUNA BANTAH DIKAITKAN DENGAN PENANGKAPAN TIMAH 8–10 TON, GERINDRA: JANGAN BAWA-BAWA NAMA PARTAI
BELITUNG, LENSA BELITONG.COM – Ketua Partai Gerindra Kabupaten Belitung, Haji Juna, akhirnya angkat bicara terkait informasi dan pemberitaan yang beredar dalam beberapa hari terakhir yang mengaitkan namanya dengan penangkapan timah dalam jumlah besar di sebuah rumah.
Juna menegaskan, informasi yang mengaitkan dirinya dengan penangkapan tersebut tidak benar dan tidak memiliki hubungan dengan dirinya.
“Beberapa hari ini ada berita-berita yang saya dapat informasinya mengatasnamakan saya, sampai ada penangkapan di rumah sebesar 10 ton. Berita-berita itu tidak benar dan tidak ada sangkut pautnya dengan saya,” tegas Juna saat memberikan klarifikasi kepada awak media.
Terkait penangkapan timah yang disebut-sebut mencapai sekitar 8 hingga 10 ton tersebut, Juna mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pemilik barang yang diamankan.
“Saya kurang tahu pemiliknya siapa. Ada yang ditangkap, kemungkinan dari TNI. Nanti akan memberikan keterangan, mungkin satu atau dua hari,” ujarnya.
Juna juga menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media karena sebelumnya memilih tidak memberikan tanggapan terhadap informasi yang beredar.
“Saya mohon maaf kepada teman-teman media, kemarin-kemarin saya tidak merespons berita-berita itu. Hari ini saya agak merespons. Intinya, berita itu tidak ada sangkut pautnya dengan saya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Juna turut menghadirkan Wakil Ketua I Partai Gerindra, Rais, S.H., untuk memberikan penjelasan terkait posisi partai.
GERINDRA: JANGAN KAITKAN DENGAN PARTAI
Rais, S.H., menegaskan Partai Gerindra menyayangkan adanya pemberitaan yang membawa-bawa nama partai dalam persoalan tersebut.
“Kami tegaskan di sini bahwa kami sangat menyayangkan berita itu. Kenapa harus dikaitkan dengan partai? Kalau memang mengaitkan dengan Ketua kami, Pak Juna, mungkin itu secara pribadi. Tapi tolong jangan pernah dikaitkan dengan partai,” tegas Rais.
Menurutnya, apabila ada oknum yang melakukan pelanggaran kode etik maupun dugaan tindak pidana, maka hal tersebut merupakan tindakan pribadi dan tidak serta-merta menjadi tanggung jawab partai.
“Kami diperintahkan dari DPP maupun DPD, kalau memang ada oknum yang melakukan tindakan di luar kode etik atau bahkan melakukan tindakan pidana, itu adalah oknum pribadi. Jangan pernah mengaitkan dengan partai,” jelasnya.
Rais juga kembali menegaskan bahwa Juna telah memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan penangkapan timah yang diberitakan tersebut.
Pihaknya meminta media yang telah memberitakan dan membawa nama Juna maupun Partai Gerindra agar melakukan klarifikasi apabila informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta.
“Kami mohon untuk segera memberikan klarifikasi atau segera membersihkan nama baik ketua kami dan partai yang dibawa-bawa oleh oknum media tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Wandi, S.H., selaku kuasa hukum Juna, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai belum berdasarkan informasi yang jelas dan terverifikasi.
Wandi mengatakan dirinya bersama tim ditunjuk untuk membantu Juna dalam menghadapi persoalan pemberitaan yang muncul beberapa hari terakhir.
“Kami sangat menyayangkan apa yang telah terjadi. Artinya, kebenaran itu mesti mutlak,” tegas Wandi.
Ia menekankan pentingnya media mengedepankan verifikasi dan keberimbangan sebelum mengaitkan seseorang dengan sebuah peristiwa hukum.
Pihak kuasa hukum juga membuka kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap pemberitaan yang dinilai telah merugikan nama baik Juna maupun Partai Gerindra.
“Kami mungkin akan melakukan upaya hukum, menuju jalur hukum terhadap media yang sudah mencemarkan nama baik partai kami dan nama baik ketua kami,” ungkapnya.
Juna bersama Partai Gerindra berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara objektif dan pemberitaan ke depan mengedepankan fakta, verifikasi, serta asas keberimbangan. (Ts67)
Tidak ada komentar