CFD Belitung Bukan Sekadar Bebas Kendaraan, Dorong Udara Bersih dan Ekonomi UMKM

TANJUNGPANDAN, LENSA BELITONG – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di Kabupaten Belitung terus didorong bukan hanya sebagai ruang bebas kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra Belitung sebagai daerah yang peduli terhadap lingkungan dan kualitas udara.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah mengatakan, kegiatan CFD merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap lingkungan sekaligus memberikan ruang publik yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.

“Belitung saat ini sedang membangun citra sebagai daerah yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Djoni Alamsyah di Tanjungpandan, Senin.

Pemkab Belitung juga telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CFD. Dari evaluasi tersebut, waktu pelaksanaan CFD disesuaikan dari sebelumnya pukul 06.00–10.00 WIB menjadi 06.00–09.00 WIB setiap Minggu pagi.

Menurut Djoni, perubahan waktu tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan sekaligus memperkuat berbagai fasilitas pendukung, termasuk sanitasi, kebersihan dan penataan lapak bagi pelaku UMKM.

CFD Jadi Ruang Publik

Djoni menegaskan, CFD tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan penutupan jalan dari kendaraan bermotor.

“Bagi pemerintah daerah, CFD bukan sekadar menutup jalan pada pagi hari. Esensinya adalah mengembalikan ruang kota kepada masyarakat yakni bebas kendaraan, lebih sehat, dan lebih hidup,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika kendaraan dihentikan sementara, masyarakat dapat memanfaatkan ruang jalan untuk berolahraga, berjalan kaki, berkumpul bersama keluarga maupun melakukan berbagai aktivitas positif lainnya.

Selain aspek lingkungan dan kesehatan, CFD juga memberikan peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Komitmen Harus Dibuktikan

Djoni menekankan bahwa komitmen terhadap udara yang lebih bersih harus diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan konkret, bukan sekadar slogan.

“Ketika kita berbicara tentang komitmen terhadap udara yang lebih bersih, komitmen tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan. Harus ada tindakan yang dapat dilihat dan dirasakan,” katanya.

Pemkab Belitung, lanjutnya, terus melakukan pembenahan terhadap sarana pendukung CFD, mulai dari sanitasi, kebersihan, penataan lapak UMKM hingga peningkatan kualitas aktivitas masyarakat.

“CFD kita bangun bukan sekadar sebagai agenda mingguan, tetapi sebagai bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam kebijakan yang nyata dan dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dengan penyesuaian waktu dan pembenahan fasilitas tersebut, CFD diharapkan semakin nyaman bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu ruang publik yang mampu memperkuat semangat hidup sehat, kepedulian lingkungan dan perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Belitung.(Ts67)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.