Pendapatan Nelayan Menurun Sejak Angin Kencang

BELITUNG, LENSA BELITONG — Kondisi angin kencang yang melanda perairan Belitung berdampak terhadap aktivitas nelayan. Cuaca yang kurang bersahabat membuat sebagian nelayan membatasi aktivitas melaut, sehingga berimbas pada hasil tangkapan dan pendapatan.

Salah seorang nelayan, Erwin, mengatakan pendapatan nelayan mengalami penurunan sejak angin kencang terjadi.

“Sejak angin kencang, pendapatan kami menurun drastis. Banyak yang tidak bisa melaut karena kondisi laut tidak bersahabat,” kata Erwin.

Menurut Erwin, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi aktivitas nelayan. Ketika angin kencang dan kondisi laut tidak memungkinkan, nelayan terpaksa memilih tidak melaut demi menjaga keselamatan.

Hal senada disampaikan Syarly, yang mengaku aktivitas pemasangan maupun pengangkatan bubu ikut terganggu akibat kondisi angin kencang.

“Sejak angin kencang, kami tidak bisa memasang bubu di titik yang biasa kami pasang. Untuk mengangkat perangkap ikan atau bubu yang sudah dipasang juga sulit karena kondisi laut,” ujar Syarly.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat nelayan kesulitan mendapatkan hasil tangkapan seperti biasanya. Selain mengurangi aktivitas melaut, angin kencang juga membuat proses pemasangan dan pengambilan bubu menjadi lebih berisiko.

Akibat berkurangnya aktivitas tersebut, hasil tangkapan yang menjadi sumber pendapatan harian nelayan ikut menurun. Para nelayan berharap kondisi angin segera mereda sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

Bagi nelayan, kondisi cuaca bukan hanya soal hasil tangkapan, tetapi juga menyangkut keselamatan saat berada di laut. Mereka pun memilih lebih berhati-hati ketika angin dan gelombang mulai menguat.(Ts67)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.