Tanamkan Edukasi Sejak Dini, Lapas Tanjungpandan Kenalkan Dunia Pemasyarakatan kepada Siswa SD

TANJUNGPANDAN, LENSA BELITONG — Sebanyak 19 siswa kelas V SD Negeri 12 Badau mendapat pengalaman belajar berbeda saat melakukan kunjungan edukatif ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan di balik tembok Lapas, termasuk tugas petugas pemasyarakatan serta berbagai program pembinaan bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Muhammad Rolan, A.Md.I.P., S.H., M.H., dalam kesempatan itu memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik bahwa Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan pembinaan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki keterampilan untuk kembali ke masyarakat,” jelas M. Rolan.

Para siswa juga dikenalkan dengan dua bentuk pembinaan utama, yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Keduanya diarahkan untuk membentuk karakter sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.
Suasana semakin menarik saat sesi tanya jawab. Kepala Lapas memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa dan memberikan tiga hadiah bagi mereka yang mampu menjawab dengan baik.

Kunjungan Kedua

Kepala SD Negeri 12 Badau Martia Dwi Fatriani mengungkapkan, kunjungan tersebut bukan yang pertama. Pada Oktober 2025, para siswa juga pernah berkunjung ke Lapas Tanjungpandan yang ketika itu dipimpin Royhan Al Faisal, A.Md.I.P., S.H., M.H.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui bahwa di Lapas Tanjungpandan terdapat banyak kegiatan produktif yang dilaksanakan oleh warga binaan,” ungkap Martia.

Usai sesi edukasi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan jelajah edukatif ke Sarana Asimilasi Edukasi (SAE). Para siswa diperkenalkan dengan sejumlah produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan, seperti Madu Aok Be, tahu dan tempe.
Kegiatan ditutup dengan dialog edukatif melalui podcast multimedia sebagai sarana memperkenalkan program pemasyarakatan kepada masyarakat luas.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Tanjungpandan menunjukkan keterbukaannya kepada masyarakat sekaligus menanamkan pemahaman sejak dini bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berbicara mengenai hukuman, tetapi juga pembinaan, perubahan, keterampilan, dan kesempatan untuk kembali menjadi bagian positif dari masyarakat.

(Rls/TS67)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.