Pertalite Sulit, Nelayan Cumi hingga Warga Keluhkan Dampaknya
Seorang anggota Forum Nelayan Baro, Rustam, ketika berbincang dengan awak media Lensa Belitong, mengatakan Pertalite sangat dibutuhkan nelayan cumi, khususnya untuk bahan bakar genset yang digunakan sebagai penerangan saat menangkap cumi-cumi pada malam hari.
“Pertalite ini kami gunakan untuk bahan bakar genset, untuk penerangan saat menangkap cumi-cumi. Kalau BBM sulit, tentu aktivitas melaut juga ikut terganggu,” ujar Rustam.
Sementara itu, Ketua Forum Nelayan Baro, Erwin, mengatakan ketersediaan BBM menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas nelayan.
“Pertalite sangat dibutuhkan nelayan, terutama untuk menghidupkan genset sebagai penerangan saat mencari cumi-cumi. Kalau BBM sulit didapat, nelayan tentu kesulitan menjalankan aktivitasnya,” kata Erwin.
Keluhan juga datang dari masyarakat. Irwansyah, seorang warga, ditemui awak media saat tengah mendorong sepeda motornya akibat kehabisan BBM.
Dengan napas terengah-engah dan terlihat kelelahan, Irwansyah mengaku terpaksa menuntun sepeda motornya karena kehabisan bahan bakar.
“Capek benar menuntun motor. BBM habis, mau cari minyak susah,” keluh Irwansyah.
Kondisi tersebut menjadi gambaran keluhan masyarakat di lapangan, ketika kebutuhan BBM tidak mudah diperoleh. Bagi nelayan, BBM berkaitan dengan aktivitas melaut, sementara bagi warga, BBM dibutuhkan untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Forum Nelayan Baro berharap persoalan ketersediaan Pertalite dapat segera mendapat perhatian, sehingga aktivitas nelayan maupun masyarakat tidak terganggu.(Ts67)
Tidak ada komentar